Pagi-pagi sekali sudah terdengar suara “tap…tap…tap..” ternyata suara dari sepatu seorang bocah SMP yg berlari dari kelas satu ke kelas yang lainya. Lari bocah tersebut terhenti di kelas yang hanya orang-orang terpilih yang ada di dalamnya. Bocah itu mengeluarkan sesuatu dari tasnya, putih,berbentuk selembaran, di dalamnya terdapat tulisan yang ku tak tahu isinya apa dan dia memasukanya kedalam kolong meja cewe idaman yang ada di sekolah tersebut.
Hampir tiap hari dan sudah 1 mingguan dia melakukan hal tersebut . Dia langsung pergi berlari dari kelas itu.
Di belakangnya tiba-tiba terdengar suara yang mengerikan menggelegar bak gluduk yang menyambar.”Doonnniiii… apa yang lo sudah lakukan di dalam kelas ku???” ternyata suara Tina cewe sok cantik dan sok imut, crewet sahabatnya Anisa. Bocah culun itu bergetar badanya sambil mengeluarkan kringat kasar dan lembut menjawab pertanyaan Tina.”Ti..ti.. tidak aku tidak melakukan apa-apa!!!!” jawab cowo yang agax culun, pandai, baik hati, penuh cinta, dan pemalu itu.
Anisa yang di antar oleh kakak laki-lakinya dating ke sekolah menggunakan motor sport 600cc yang sangat keren berwarna putih, Yamaha YZF-R6 namanya. Kakaknya gagah, keren, cowo SMA favorit itu dilirik semua cewe, tapi sayangnya dia sombong dank eras kepala. Adiknya menjadi totonan para cowo. Cowo dan cewe SMP tersebut melongo melihat kakak dan adik yang ganteng dan cantik itu. Tapi anisa bukan seperti kakaknya, dia cewe yang baik, manis, ramah, dan tidak sombong kaya kakaknya.
Anisa masuk kelas dan duduk dangan ceria di bangku kesayangannya, saat dia hendak memasukan tas kedalam kolong mejanya itu , dia menjatuhkan sesuatu dari dalam kolong mejanya itu “Siapa sih yang sering ngirimin gue surat cinta tiap hari, kaya gak ada kerjaan lain aja!!!” Anisa ngomong sendiri sambil menggaruk-garu kepalanya. “apa surat ini dari Brian, Ah mana mungkin dia kan cowo playboy yang menyebalkan dan paling cuek, apa dari Rama, tapi dia kan pacarnya sahabat ku Dita, atau dari…………”. “Donnnniiiiii ……..” Suara yang ada di hadapanya bagaikan teriakan Teranosaurus itu memotong perkataan anisa yang sedang ngomong sendirian. “Ahhh… Tina lo ngagetin aja!!! Doni kan cowo yang paling sibuk dengan tugas, PR, dan pelajaran!! Mana mungkin??” Anisa menyagkal pernyataan Tina dengan perasaan yang kaget. “Soalnya tadi, pagi-pagi sekali ada si Doni masuk ke kelas kita, aku sering melihat dia sering masuk ke kelas kita sejak seminggu yang lalu!!!” Tina meyakinkan Anisa dengan wajah yang WaTaDos. “Tapi bener juga ya omongan kamu! Soalnya surat cinta ini sudah sering ada di bawah kolong meja ku sejak seminggu yang lalu!” jawaban Anisa dengan yakin.
Bel masuk pun tiba, Anisa tidak belajar dengan sungguh-sungguh karena memikirkan hal tersebut, Bel istirahat pun berbunyi, Anisa keluar dari kelasnya bergegas dengan membawa semua surat cinta dari Doni menuju ke kelas 9-I, “Ini dia cowo yang kecingan dan tidak punya nyali itu!!” Anisa menggerutu sendiri dengan perasaan yang kesal. Dia langsung melempar semua suratnya kea rah si Doni yang sedang mengerjakan Fisika itu. Anisa membentak dan memarahi Doni,”Gue gax suka sama cowo yang tidak berani menyatakan cinta langsung kepada orangnya dan cowo yang gax punya nyali dang gax gentle, ngomong langsung ke orangnya kalo berani jangan kaya gini!” anisa membentak. Doni tercengang mendengar perkataan tersebut.
Sejak hal tersebut terjadi Doni tidak pernah lagi mengirim surat cinta dan mulai menjauhi Anisa, dia selalu berdiam diri di kelas, hari-harinya penuh dengan rasa sunyi, sepi,terpuruk dalam lubang yang hitam, gelapan, tanpa ada cahaya cinta yang pernah ia rasakan seperti dulu lagi.
Minggu-minggu ini Anisa merasakan hal yang agak aneh, yang Anisa rasakan adalah perasaan yang begitu manis, indah, penuh dengan miliyaran warna yang menghiasi hari-harinya, dan rasa kangen ingin bertemu dengan Doni.
Keesokan harinya pas waktu istirhat tiba Anisa pergi ke kelas Doni dan menghampiri Doni yang sedang serius mengerjakan Matematika itu,”Doni maafkan gue ya tetang hal yang waktu itu gue lakuin ke lo” anisa dengan menyesal dan memohon untuk di maafkan itu,”gax apa-apa ko, itu hal yang bodoh yang aku pernah lakukan!” jawab Doni dengan menundukan kepalanya, “Gue minta sama Lo untuk bisa jadi cowo gue, tapi masa gue duluan yang nembak, harusnya cowo duluan donk, ini kesempatan untuk lo ngebuktiin keberanian lo Don!!” Permintaan Anisa dengan penuh rasa malu dan wajah yang merah, “Ya baiklah, tapi aku malu, ah aku harus mengalahkan rasa malu ini, Anis.. kamu mau gax jadi pacar aku??” Pernyataan perasaan Doni kepada Anisa dengan wajah yang merah,”Ma…ma… mauuuu!!!” Jawaban Anisa dengan suara yang begitu pelan,” Asssyiiiiikkkk, Alhamdulillah ya Allah kau kabulkan do’a ku!” Doni kegirangan sambil melemparkan buku MTK yang ia sedang kerjakan.
Perasaan Doni berubah drastis dan mereka pada saat itu sering pulang dan berangkat sekolah bereng naik motor si Doni yang begitu banyak asap yang membuat nyamuk-nyamuk mati, “Bebh, Apa nama motor ini?” Anisa bertanya pada Doni,”Satria-120R tahun 2002 Bebh menjulukinya si branx-branx hehehe” jawab Doni dengan perasaan malu
Hubungan mereka berlanjut sampai perguruan tinggi, kini kakaknya Anisa tidak lagi memboncengnya kini kakaknya Anisa membonceng Tina, ternyata Tina telah menaklukan hati kakaknya yang keras kepala.
No comments:
Post a Comment