Untuk kembali meraih posisi teratas di kancah persaingan pasar
smartphone, Nokia tampaknya harus berupaya keras untuk menjungkalkan
para pesaing utamanya yang tak lain adalah Apple dengan iPhone-nya dan
Android.
Namun, alih-alih menggeser para pesaingnya itu, Nokia melalui
smartphone terbaru seri Lumia ternyata belum cukup tangguh untuk
menantang dominasi iPhone dan Android di pasar Eropa.
Pasalnya, menurut sebuah laporan terbaru yang dilansir Reuters,
disebutkan smartphone Nokia Lumia terbaru dinilai belum cukup baik untuk
bersaing dengan iPhone dan ponsel Galaxy besutan Samsung. Hal itu,
menurut laporan tersebut diungkapkan oleh empat operator utama di Eropa.
"Tidak ada orang yang datang ke toko dan meminta sebuah ponsel
Windows," kata salah seorang eksekutif yang bekerja di salah satu
operator ketika diwawancara oleh Reuters.
"Nokia telah memberikan kepada diri mereka sendiri tantangan ganda:
untuk mengembalikan kredibilitas mereka dalam hal pembuatan hardware
smartphone dan sukses dengan sistem operasi Microsoft Windows, yang
tertinggal di pasar," tambah eksekutif tadi.
Kurangnya inovasi dan upaya pemasaran yang tidak memadai, menurut
sumber dari operator, merupakan alasan utama dari buruknya penjualan
ponsel Lumia di Eropa.
Di sisi lain, iPhone 4S dan smartphone Android buatan Samsung tengah
mendominasi pasar smartphone di Eropa. Jadi, jika smartphone Lumia ingin
mencuri lebih banyak konsumen di Eropa, pihak operator harus
meningkatkan subsidi agar pelanggan dapat memiliki insentif lebih besar
untuk membeli perangkat.
Pihak operator di Eropa juga berharap adanya uluran tangan dari Nokia dan Microsoft untuk membantunya dengan uang pemasaran

No comments:
Post a Comment